Kalangan Pria Lebih Banyak Mengalami Serangan Jantung Daripada Wanita, Berikut Penyebabnya

Penyakit pembunuh nomor satu ini selalu mengintai di dalam tubuh kita, bahkan di Indonesia masyarakatnya selalu mengalami penyakit pembunuh ini?, apalagi jika bukan penyakit jantung. Penyakit jatung bisa muncul disebabkan karena gaya hidup tidak sehat seperti merokok, kurang dalam berolahraga, dan sangat suka mengkonsumsi makanan berkolestrol tinggi.

Penyakit jantung ini dulu hanya mengintai para mereka berusia lanjut, ternyata sekarang penderitanya dapat di alami bagi mereka berusia produktif. Hal ini diumumkan oleh berbagai studi, malahan penyakit ini lebih banyak di alami pria ketimbang wanita.

pria berkemungkinan besar terkena penyakit jantung

Penyakit jantung ini selalu mengintai para kalangan laki-laki , bahkan bagi sebagian laki-laki tidak memberitahuakn indikasi-tanda apa pun pada tubuhnya. Banyak perkara dimana seorang mati secara mendadak ditimbulkan oleh tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, bahkan kebiasaan merokok pun tetep menjadi faktor utamanya.

Sumber CDC (Centers for Disease Control and Prevention) melaporkan bahwa saat ini 70 sampai 89 persen kasus penyakit jantung diderita oleh pria.

Walau pun data menyatakan pria lebih banyak mengalami penyakit jantung, ada kemungkinan juga bahwa para wanita dapat mengalami penyakit jantung walau tidak sebanyak pria. Pada Setiap wanita memiliki hormon estorogen dimana berfungsi untuk melindungi diri wanita dari penyakit jantung. Tapi apabila wanita tersebut memiliki gaya hidup kurang sehat, maka ada kemungkinan wanita juga dapat mengalami penyakit jantung apa lagi penyakit ini datang tanpa genjala khusus ke tubuh seseorang.

Pada pria yang menderita serangan jantung, mereka lebih sering mengalami gejala nyeri dada dibandingkan wanita. Namun masih banyak pria yang mengabaikan gejala tersebut. Penyakit jantung juga banyak menyebabkan kematian pada pria karena pria tidak segera bertindak saat gejala serangan jantung datang. Sebaliknya, mereka justru lebih sering mengelak dan menganggap remeh serangan jantung.

Sebuah penelitian di lakukan oleh Journal of Cardiovascular Nursing dan menemukan hasil bahwa, untuk seorang pria akan membutuhkan waktu 6 jam setelah gejala itu muncul, dan baru menghubungi layanan gawat darurat. Karena faktor tersebut lah para penderita penyakit jantung ini selalu tidak dapat tertolong lagi.

Jadi ketika kita sudah dapat merasakan gejala penyakit jantung ini!, sebaiknya untuk segera menghubungi layanan gawat darurat seperti ambulans, hal itu dilakukan guna mendapatkan pertolongan. Pada dalam kendaraan ambulans terdapat alat-alat bantuan guna memberi kita pertolongan seperti oksigen, penghilang rasa nyeri, dan monitor jantung. Tindakan cepat akan memberikan kita kemungkinan untuk tertolong. – NatBeauty