Memberikan Pertolongan Pertama Sangat Penting Dalam Mengembalikan Kondisi si Penderita Sesak Nafas

Dispnea atau biasa dikenal dengan Shortness Of Breath (SOB) dan bahasa awamnya adalah sesak nafas. Hampir sebagian dari kita pernah mengalami yang namanya sesak nafas ini!.

Dan membuat anda kesusahan dalam bernafas, Lalu bagaimana pertolongan pertama dalam mengatasi sesak nafas yang mesti dilakukan jika hal ini terjadi bahkan pada diri anda sendiri?.

Bagaimana pertolongan pertama dalam mengatasi sesak nafas

# Mengenali gejala dan kondisi si penderita

Berikut beberapa kondisi yang dapat dilihat dari mereka yang sesak nafas

Sumberfoto:https://pixabay.com

Sebelum anda memberikan pertolongan pertama sesak nafas ini, perlu diketahui terlebih dahulu kondisi si penderita.

Kondisi serta tanda-tanda misalnya apa yg mesti diketahui oleh anda buat mereka yang sedang sesak bernafas,

  • Kondisi umum
    • Sulit tidur.
    • Terjadi infeksi saluran pernapasan.
    • Terengah-engah saat melakukan aktifitas ringan.
    • Batuk, dan batuk itu pun dapat terjadi selama (2-3 minggu) bahkan sampai berdarah.
    • Ujung bibir dan jari berwarna kebiruan.
    • Ketika terjadi sesak nafas terdengar suara seperti mengi, ngorok dan serak.

# Cara memberikan pertolongan pertama untuk sesak nafas

Inilah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meredakan sesak nafas

Sumberfoto : https://www.sehatq.com

Anda harus tahu untuk pertolongan pertama dalam mengatasi sesak nafas ini, dan pertolongan pertama sesak nafas ini penting untuk diketahui  oleh siapapun.

Berikut ini pertolongan pertama untuk sesak nafas, dan langkah yang penting untuk diketahui dalam memberikan pertolongan pertama padas dispnea untuk anda ketahui, berikut informasinya:

  1. Memposisikan si penderita sesak nafas ke tempat yang nyaman dimana siklus udara selalu berubah-ubah (bersih).
  2. Mengatur posisi tubuh menjadi senyaman mungkin untuk si penderita dispnea, dan hindari bagian posisi tidur dikarenakan dapat memperburuk kondisi sesak nafas..
  3. Usahkan untuk tidak mengenakan pakaian yang ketat (pakaian yang longgar), hal ini berguna agar tubuh tidak mengalami tekanan oleh pakaian ketat tersebut.
  4. Mengatur makanan dan minuman (membatasi asupan makanan), bertujuan agar tidak memperburuk keadaan si penderita sesak nafas (apabila salah memberikan asupan makanan).
  5. Dapat dibantu dengan memberikan obat-obatan seperti (obat sesak nafas).
  6. Posisi tubuh, dapat menggunakan posisi setengah duduk dan untuk bagian pundak belakang dapat di topang/bantu  menggunakan bantalan yang nyaman.
  7. Dapat menggunakan kompres air hangat dengan cara membasahi kain dengan air hangat dan mengusap ke bagian dada si penderita dispnea.
  8. Menguap kan si penderita sesak nafas dengan cara menyuruh si penderita untuk menghirupkan uap dari air hangat yang telah di sediakan diwadah.
  9. Dapat membantu dengan cara memberikan pijatan ringan atau nyaman ke si penderita.
  10. Menyuruh si penderita sesak nafas untuk mengatur tempo pernapasan seperti menghirup nafas yang panjang dan dalam, setelah itu menghembuskan secara perlahan.

#3 Pertolongan lanjutan untuk si penderita sesak nafas

Berikut informasi terkait penyebab lain dari gejala sesak nafas

Sumberfoto : https://kurio.id/app/articles/19769766

Apa bila cara pertolongan pertama dalam mengatasi sesak nafas di atas belum dapat membantu meredakan si penderita dispnea.

Maka pertolongan lanjutan yang dapat anda lakukan adalah membawa si penderita dispnea ke tempat medis (rumah sakit), hal ini bertujuan untuk memberikan bantuan atau pertolongan lanjutan kepada si penderita agar dapat diketahui secara lanjut penyebab tidak meredanya sesak nafas yang diderita.

Biasanya ada faktor lain kenapa sesak nafas tidak kunjung reda, bahkan setelah diberikan pertolongan pertama dalam mengatasi sesak nafas, Faktor lain tersebut bisa seperti gangguan pada paru-paru dan bisa juga karena penyebab lain seperti:

  • Terjadi penyumbatan pada saluran pernapasan.
  • Emosi.
  • Penyakit paru-paru.
  • Penyakit jantung.
  • Dapat juga karena setelah berolahraga, beraktivitas, bahkan berada di suatu tempat ketinggian.
  • Anemia.
  • Asma.
  • Terdapat pembekuan darah pada paru-paru.
  • Cedera pada bagian leher, dinding dada serta paru-paru.
  • Keadaan hampir tenggelam

Kesimpulan

Hal yang penting dalam menangani atau pun memberikan pertolongan pertama untuk sesak nafas adalah menempatkan si penderita pada ruangan yang siklus udaranya bersih serta berganti-ganti. Itu dikarenakan udara dengan kondisi bersih lebih cepat dalam memberikan pertolongan pertama.

Jangan menempatkan si penderita pada ruangan yang tertutup, itu dikarenakan udara atau oksigen pada ruangan itu tidak mengalami pergantian oksigen dan pada akhirnya hanya akan memperburuk keadaan sesak napas.

Point penting adalah mengutamakan kenyamanan si penderita baik itu udara  yang terdapat dilingkungan tersebut (rumah) atau pun posisi terbaik untuk si penderita dalam memulihkan kondisinya, serta hindari posisi tidur yang malah memperburuk keadaan sesak napas.

Itulah informasi terkait memberikan pertolongan pertama untuk sesak nafas yang dapat dilakukan oleh anda dalam membantu seseorang dimana sedang mengalami sesak nafas. Hal ini penting untuk diketahui oleh siapapun termasuk anda.- NatBeauty