Nelayan dan Ikan nya

Disebuah desa kecil, ada seorang Nelayan yang hidupnya bisa dibilang miskin. Dalam kehidupan nya hanya makan dari hasil tangkapan ikan nya. Setiap hari, ia hanya membawa hasil tangkapan yang sedikit dan ikan-ikan nya pun kecil dibandingkan Nelayan lainnya.

Pada suatu hari, ada seorang anak muda yang menawarkan diri ikut membantu Nelayan tersebut. Sebenarnya anak muda tersebut kasian, dan tertarik untuk mengetahui, apa yang dilakukan nelayan tersebut sewaktu menjala ikannya dan kenapa hasil tangkapannya selalu sedikit dan kecil-kecil.

Pada awalnya, nelayan tersebut menolak, namun dengan bujuk rayunya anak muda tersebut pun diijinkan untuk ikut bersamanya.

Keesokan harinya, sang Nelayan dan Pemuda tersebut kemudian berangkat melaut bersama. Sang Pemuda diam-diam memperhatikan, kebiasaaan aneh yang dilakukan nelayan tersebut, dimana setiap dia berangkat melaut, dia selalu membawa tongkat kecil sepanjang 15 centimeter. Kegiatan tersebut ternyata dia lakukan sudah sejak bertahun tahun lamanya.

Sesampaikan dilokasi yang biasa banyak ikannya, mereka berhenti dan sang pemuda Pemuda tersebut membantu mengayuh pelan sampan sambil memperhatikan apa yang dikerjakan oleh nelayan tersebut.

Diluar dugaan si Pemuda, ternyata sang Nelayan berulang kali mendapatkan ikan yang lumayan besar, namun setiap kali pula ikan itu kemudian dibuang nya kembali ke sungai. Sang Pemuda melihat, setiap kali Nelayan itu mendapatkan ikan besar, ia kemudian mengukurnya dengan tongkat kecil yang telah ia bawa. Setiap ikan yang didapat melebihi panjang tongkat tersebut, langsung dia lepas dan buang kembali ke sungai. Kejadian tersebut berulang, bahkan jika dibandingkan, sebenarnya lebih banyak ikan yang dibuang dibandingkan ikan yang akan dibawa pulang.

Hal ini membuat si Pemuda penasaran dan memberanikan diri bertanya;
Pak, kenapa bapak hanya mengambil ikan yang panjangnya kurang dari tongkat kecil itu?, bukankah justru semakin panjang dan besar ikannya semakin baik untuk dibawa pulang?” tanya sang Pemuda.

Sang Nelayan tersenyum dan menjawab :
“Nak, kamu masih muda, jadi belum mengerti… sebenarnya, dirumah bapak hanya punya Wajan Penggorengan yang panjangnya tidak lebih dari tongkat kecil ini, jadi kalau ikannya lebih panjang pasti gak muat…”

Si Anak terdiam mendengar penjelasan bapak Nelayan tersebut.

Pesan Moral :
Jawaban Nelayan tersebut mungkin terkesan lucu dan kitapun sebenarnya tau, langkah terbaik adalah dengan menggantinya dengan wajan yang lebih besar.

Namun begitulah yang banyak terjadi dikehidupan kita. Seringkali, kita tidak sadar membuang segitu banyak kesempatan yang ada dihadapan kita. Tuhan sebenarnya telah memberikan segitu banyak rezeki dan kesempatan hidup yang lebih baik, namun nyatanya kita tidak sadar dan menganggap semuanya terlalu besar dan tidak muat dalam kehidupan kita. Tuhan sebenarnya telah memberikan hal hal yang besar, tapi terkadang kapasitas fikiran kita terlalu kecil untuk dapat menerimanya.

Langkah terbaik adalah dengan menghadapi semua proses nya dan jangan batasi fikiran dan hati kita untuk meraih sesuatu yang lebih besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.